Sabtu, 03 Maret 2012

SOP PEMASANGAN INFUS

SOP PEMASANGAN INFUS

     PEMASANGAN INFUS

             
STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR        
PENGERTIAN    Pemasangan infus untuk memberikan obat/cairan melalui parenteral
TUJUAN    Melaksanakan fungsi kolaborasi dengan dokter
KEBIJAKAN    1.    Pasien yang mendapatkan obat yang diberikan secara intra vena (I.V)
2.    Pasien dehidrasi untuk rehidrasi parenteral
PETUGAS    Perawat
PERALATAN    1.    Sarung tangan 1 pasang
2.    Selang infus sesuai kebutuhan (makro drip atau mikro drip)
3.    Cairan parenteral sesuai program
4.    Jarum intra vena (ukuran sesuai)
5.    Kapas alkohol dalam kom (secukupnya)
6.    Desinfektan
7.    Torniquet/manset
8.    Perlak dan pengalas
9.    Bengkok 1 buah
10.    Plester / hypafix
11.    Kassa steril
12.    Penunjuk waktu
PROSEDUR PELAKSANAAN    1.    Tahap PraInteraksi
1.    Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
2.    Mencuci tangan
3.    Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
2.    Tahap Orientasi
1.    Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik
2.    Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
3.    Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
3.    Tahap Kerja
1.    Melakukan desinfeksi tutup botol cairan
2.    Menutup saluran infus (klem)
3.    Menusukkan saluran infus dengan benar
4.    Menggantung botol cairan pada standard infuse
5.    Mengisi tabung reservoir infus sesuai tanda
6.    Mengalirkan cairan hingga tidak ada udara dalam slang
7.    Mengatur posisi pasien dan pilih vena
8.    Memasang perlak dan alasnya
9.    Membebaskan daerah yang akan di insersi
10.    Meletakkan torniquet 5 cm proksimal yang akan ditusuk
11.    Memakai hand schoen
12.    Membersuhkan kulit dengan kapas alkohol (melingkar dari dalam keluar)
13.    Mempertahankan vena pada posisi stabil
14.    Memegang IV cateter dengan sudut 300
15.    Menusuk vena dengan lobang jarum menghadap keatas
16.    Memastikan IV cateter masik intra vena kemudian menarik Mandrin + 0,5 cm
17.    Memasukkan IV cateter secara perlahan
18.    Menarik mandrin dan menyambungkan dengan selang infuse
19.    Melepaskan toniquet
20.    Mengalirkan cairan infuse
21.    Melakukan fiksasi IV cateter
22.    Memberi desinfeksi daerah tusukan dan menutup dengan kassa
23.    Mengatur tetesan sesuai program
4.    Tahap Terminasi
1.    Melakukan evaluasi tindakan
2.    Melakukan kontrak untuk kegiatan selanjutnya
3.    Berpamitan dengan klien
4.    Membereskan alat-alat
5.    Mencuci tangan
6.    Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan






Pemberian Cairan Melalui Infus.


Pengertian    :
Pemasaangan infus merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit yang dilakukan bagi klien yang memerlukan cairan melalui intravena (infus).nutrisi bagi klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi per oral atau adanya gangguan fungsi menelan, Tindakan ini dilakukan dengan didahului pemasangan pipa lambung.

Tujuan        :
  1. Memenuhi kebutuhan cairan dan elektrolit.
  2. Infus pengobatan dan pemberian nutrisi.
Alat dan bahan:
  1. Standar Infus.
  2. Set infus.
  3. Cairan sesuai program medik
  4. Jarum infus dengan ukuran yang sesuai.
  5. Pengalas.
  6. Torniket.
  7. Kapas alkohol.
  8. Plester.
  9. Gunting.
  10. Kasa steril
  11. Betadine
  12. Sarung tangan.

Prosedur        :

  1. Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
  2. Cuci tangan
  3. Hubungkan cairan dan infus set dengan mnusukkan ke bagian karet atau akses selang ke botol infus.
  4. Isi cairan ke dalam set infus dengan menekan ruang tetesan hingga terisi sebagian dan buka klem selang hingga cairan memenuhi selang dan udara selang keluar.
  5. Letakkan pengalas di bawah tempat (vena) yang akan dilakukan penginfusan.
  6. Lakukan pembendungan dengan torniket (karet pembendung) 10 – 12 cmdiatas tempat penusukan dan anurkan pasien untuk menggemgam dengan gerakan sirkular (bila sadar).
  7. Gunakan sarung tangan steril.
  8. Desinfeksi daerah yang akan ditusuk dengan kapas alkohol.
  9. Lakukan penusukan pada vena dengan meletakkan ibu jari dibagian bawah vena dan posisi jarum (abocath) mengarah ke atas.
  10. Perhatikan keluarnya darah melalui jaru (abocath/surflo) maka tarik keluar bagian dalam (jarum) sambil meneruskan tusukan ke dalam vena.
  11. Setelah jarum infus bagian dalam dilepaskan/dikeluarkan, tahan bagian atas vena dengan menekan menggunakan jari tangan agar darah tidak keluar. Kemudian bagian infus dihubungkan/disambungkan dengan selang infus.
  12. Buka pengatur tetesan dan atur kecepatan sesuai dengan dosis yang diberikan.
  13. Lakukan fiksasi dengan kasa steril.
  14. Tuliskan tanggal dan waktu pemasangan infus serta catat ukuran jarum.
  15. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan.
  16. Catat jenis cairan, letak infus, kecepatan aliran, ukuran dan tipe jarum infus.

Tranfusi Darah


Pengertian    :
Tranfusi darah merupakan tindakan yang dilakukan bagi klien yang memerlukan darah dan atau produk darah dengan memasukkan darah melalui vena dengan menggunakan set tranfusi.cairan melalui intravena (infus).nutrisi bagi klien yang tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi per oral atau adanya gangguan fungsi menelan, Tindakan ini dilakukan dengan didahului pemasangan pipa lambung.

Tujuan        :
  1. Meningkatkan volumen darah sirkulasi (setelah pembedahan, trauma, atau perdarahan).
  2. Meningkatkan jumlah sel darah merah dan untuk mempertahankan kadar hemoglobin pada klien anemia berat.
  3. Memberikan komponen selular tertentu sebagai terapi sulih (misalnya, faktor pembekuan untuk membantu mengontrol perdarahan pada pasien hemofilia).

Alat dan bahan:
  1. Standar Infus.
  2. Set tranfusi.
  3. Botol berisi cairan NaCl 0,9 %.
  4. Produk darah yang benar sesuai program medis.
  5. Pengalas.
  6. Torniket.
  7. Kapas alkohol.
  8. Plester.
  9. Gunting.
  10. Kasa steril
  11. Betadine
  12. Sarung tangan.

Prosedur        :

  • Jelaskan prosedur yang akan dilakukan.
  • Cuci tangan
  • Gantung larutan NaCl 0,9 % dalam botol untuk digunakan setelah tranfusi darah.
  • Gunakan selang infus yang mempunya filter (selang Y atau tunggal).
  • Lakukan pemberian infus NaCl 0,9 % (lihat prosedur pemasangan infus) terlebih dahulu sebelum pemberian tranfusi darah.
  • Sebelum dilakukan tranfusi darah terlebih dahulu memeriksa identifikasi kebenaran produk darah: periksa kompatibilitas dalam kantong darah, periksa kesesuaian dengan identifikasi pasien, periksa kadaluwarsa, dan periksa adanya bekuan.
  • Buka set pemberian darah.
    • Untuk selan Y, atur ketiga klem.
    • Untuk selang tunggal, klem pengatur pada posisi off.
  • Cara tranfusi darah dengan selang Y:
    • Tusuk kantong NaCl 0,9 %
    • Isi selang dengan NaCl 0,9 %
    • Buka klem pengatur pada selang Y dan hubungkan ke kantong NaCl 0,9 %.
    • Tutup/klem pada slang yang tidak digunakan.
    • Tekan/klem sisi balik dengan ibu jari dan jari telunjuk (biarkan ruang filter terisi sebagian).
    • Buka klem pengatur bagian bawah dan biarkan selang terisi NaCl 0,9 %.
    • Kantong darah perlahan-lahan dibalik-balik 1 – 2 kali agar sel-selnya tercampur. Kemudian tusuk kantong darah dan buka klem pada selang dan filter terisi darah.
  • Cara tranfusi darah dengan selang tunggal:
    • Tusuk kantong darah
    • Tekan sisi balik dengan ibu jari dan jari telunjuk (biarkan ruang filter terisi sebagian).
    • Buka klem pengatur biarkan selang terisi darah.
  • Hubungkan selang tranfusi ke kateter IV dengan membuka klem pengataur bawah.
  • Setelah darah masuk, pantau tanda vital setiap 5 menit selama 15 menit pertama, dan setiap 15 menit selama 1 jam berikutnya.
  • Setelah darah diinfuskan, bersihkan selang infus dengan NaCl 0,9 %.
  • Catat tipe, jumlah dan komponen darah yang diberikan.
  • Cuci tangan setelah prosedur dilakukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar