Rabu, 20 April 2011

PENGKAJIAN KLIEN DENGAN TB PARU

PENGKAJIAN KLIEN DENGAN TB PARU

  1. Anamnesa
1.      Batuk
Ø      Batuk produktif selama 3-4 minggu dengan sputum yang banyak, kental, warna kuning-kehijauan, tidak berhenti walaupun sudah minum obat (selain OAT)
Ø      Demam sub febris
Ø      Berkeringat pada malam hari
Ø      Anorexia
Ø      Malaise
Ø      Penurunan berat badan
Ø      Kadang batuk berdarah
2.      Sesak napas
Ø      Kadang sesak napas, pada kasusu yang berat napas sangat sesak
3.      Nyeri dada
Ø      Dada terasa perih saat batuk, kadang nyeri pleuiritik
  1. Inspeksi
Ø      Bentuk dada, deformitas/bahu terangkat, tampak kurus, kebersihan dada, benjolan, gerakan pernapasan
Ø      Tampak batuk berdahak, sputum kental, warna kuning-kehijauan, ada darah
Ø      Memegang dada ketika batuk
Ø      Frekuensi napas .....x / menit
Ø      Pola napas ...
Ø      Tampak sesak napas : ringan, berat, penggunaan otot bantu napas
Ø      Keringat dingin, gelisah
  1. Palpasi
Ø      Taktil fremitus : getaran simetris/asimetris (kiri/kanan...atas, tengah, bawah)
  1. Perkusi
Ø      Sonor, hipersonor, redup, pekak (kiri/kanan...atas, tengah, bawah)
  1. Auskultasi
Ø      Vesikuler, suara napas menurun/menghilang, ronkhi disisi pary yang sakit
  1. Pemeriksaan penunjang
Ø      Radiologi : foto toraks : bayangan lesi di apex atau segmen apikal lobus bawah, berawan atau berbercak, kavitas, bercak milier, destroyed lobe sampai destroyed lung, kalsifikasi, schwarte
Ø      Laboratorium : DR, KD, Sputum BTA (BTA +, BTA ++, BTA +++)
  1. Terapi pengobatan
Ø      OAT
·        Isoniazid (INH / H), dosis 5 mg/KgBB/hari
·        Rifampisin (Rif / R), dosis 10 – 20 mg/KgBB/hari
·        Etambutol (Eth / E), dosis 15 – 25 mg/KgBB/hari
·        Pirazinamid (PZA / Z), dosis 20 – 30 mg/kgBB/hari
·        Streptomisin (Strept / S), dosis 15 mg/KgBB/hari

  1. Diagnosa keperawatan
Bersihan jalan napas tidak efektif b/d sekresi mukus yang kental, penurunan kemampuan batuk ditandai dengan :
DS :
DO :
Risti gangguan pertukaran gas b/d berkurangnya keefektifan permukaan paru, atelektasis, kerusakan membran alveolar kapiler, edema bronchial ditandai dengan :
DS :
DO :
  1. Tujuan : Dalam waktu 2X 24 jam jalan napas kembali efektif
  Dalam waktu 2X 24 jam gangguan pertukaran gas tidak terjadi
  1. Kreteria Evaluasi : ( DS / DO normal )
  2. Intervensi:
Ø      Kaji fungsi pernapasan : bunyi napas, kecepatan, irama, kedalaman dan penggunaan otot bantu pernapasan
Ø      Kaji kemampuan klien untuk mengeluarkan sekret atau batuk efektif, catat karakter, jumlah sputum, adanya hemoptisis.
Ø      Posisi fowler/semifowler
Ø      Bantu/ajarkan batuk efektif dan latihan napas dalam.
Ø      Bersihkan sekret dari mulut dan trakea, suction bila perlu.
Ø      Pertahankan intake cairan minimal 2500 ml/hari kecuali kontraindikasi.
Ø      Lembabkan udara/oksigen inspirasi.
Ø      Kolaborasi pemberian OAT, mukolitik
Intervensi :
Ø      Kaji dispnea, takipnea, bunyi pernapasan abnormal, peningkatan upaya respirasi, keterbatasan ekspansi dan kelemahan.
Ø      Evaluasi perubahan tingkat kesadaran, catat tanda sianosis dan perubahan warna kulit, membran mukosa dan kuku.
Ø      Demonstrasikan/anjurkan untuk mengeluarkan napas dengan bibir disiutkan selama ekspirasi terutama pada kliien dengan fibrosis dan kerusakan parenkim.
Ø      Anjurkan untuk bedrest
Ø      Batasi aktifitas
Ø      Bantu pemenuhan kebutuhan sehari hari sesuai kondisi klien
Ø      Kolaborasi : monitor GDA, pemberian oksigen, kortikosteroid
  1. Rasionalisasi
  2. Implementasi
  3. Catatan perkembangan :
S : tetap, berkurang, hilang
O : tanda tetap/masih ada, berkurang beberapa, tidak ada lagi
A : Masalah jalan napas tidak efektif belum teratasi/teratasi sebagian/teratasi
      Masalah gangguan petukaran gas belum teratasi/teratasi sebagian/teratasi
P :  lanjutkan intervensi no : ...,...,...,...,..., / hentikan intervensi







Tidak ada komentar:

Posting Komentar